Sunday, November 1, 2009

AU Equador Grounded HAL Dhruv

HAL Dhruv AU Equador. (Foto: BangaloreAviation.com)

2 November 2009 -- Angkatan Udara Equador mengrounded 6 helikopter ringan HAL Dhruv menyusul insiden jatuhnya Dhruv nomer register FAE-604 saat parade militer menyambut HUT AU Equador 89 tahun di bandara Mariscal Sucre, dekat ibu kota Equador Quito, Selasa (27/10). Insiden ini menyebabkan dua orang pilot cedera.

Dhruv jatuh setelah melakukan putaran tajam saat terbang dalam formasi dengan dua helikopter Dhruv lainnya.


HAL Dhruv FAE-604 AU Equador yang jatuh di bandara Mariscal Sucre. Kedua pilot helikopter selamat dalam insiden ini. (Foto: FlightGlobal.com)

HAL telah menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter tersebut. Tim ini ditempatkan di Equador untuk mendukung armada HAL Dhruv sejak tahun lalu.

Pemerintah Equador membeli 7 helikopter HAL Dhruv senilai 50 juta dolar pada tahun lalu. Satu helikopter digunakan sebagai helikopter kepresidenan Equador. Equador pertama kali menerima Druv pada Februari 2009.

India akan menempatkan HAL Dhruv di kapal induk yang akan dibeli dari Rusia serta kapal induk buatan galangan kapal dalam negeri

Airforce-technology.com/@info-hankam

Pantai Banongan Diserbu Pasrat Marinir


2 November 2009, Pantai Banongan, Situbondo -- Marinir Sabtu (31/10) dini hari menyerbu Pantai Banongan Asembagus Situbondo. Pendaratan dan serangan ke Pantai Banongan tersebut merupakan tahap serbuan amfibi yang dilakukan oleh prajurit “Hantu laut” Korps Manir dalam Latihan Armada Jaya 28 yang digelar TNI AL tahun ini.

Gelombang penyerbuan amfibi ini dimulai pukul 04.30. Kondisi laut dan pantai saat itu masih gelap. Sehingga iring-iringan tank amfibi dan kendaraan tempur Marinir pengangkut pasukan yang keluar dari perut kapal perang jenis LPD (Landing Platform Deck) KRI Surabaya-591ini tidak terlihat dengan jelas. Hanya sayup-sayup terdengar suara gemuruh dari beberapa tank amfibi dan kendaraan tempur lainnya yang mulai merayap mendekati pantai.

Tidak lama kemudian, suara dentuman meriam beberapa tank amfibi menyadarkan kita yang melihat, ternyata tank-tank itu sudah keluar dari air laut dan mulai merayap ke daratan. Kemudian dibelakangnya diikuti puluhan kendaraan tempur mendaratkan untuk Pasrat marinir ke pantai. Dengan mendaratnya pasukan Marinir, maka suara tembakan dari senjata laras panjang mulai terdengar disepanjang pantai pendaratan. Dalam latihan ini disekenariokan, Pasrat Marinir mendapat perlawanan dari sisa musuh yang saat itu masih menguasai pantai Banongan.

Walaupun mendapat perlawanan sengit dari musuh, tidak membuat patah semangat bagi pasukan baret ungu ini. Dengan semangat “Pasukan Hantu laut, mendarat dan menang”, maka tidak membutuhkan waktu terlalu lama, pasukan pendarat Marinir ini dapat merebut dan menguasai tumpuan pantai.

Latihan Armada Jaya ke-28/09 merupakan latihan puncak TNI AL yang mengintegrasikan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) guna mengukur hasil pembinaan Tahun Anggaran 2009, dengan tujuan untuk mempertahankan serta meningkatkan kesiapan operasional SSAT dan profesionalisme prajurit MATRA laut dalam menghadapi dan mengantisipasi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI.

Latihan semacam ini rutin dilakukan oleh TNI AL, karena latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan gambaran hasil pembinaan yang dilakukan terhadap prajurit matra laut dan persenjataannya selama tahun anggaran berjalan. Selain itu, kapal perang dan kendaraan tempur Marinir yang dilibatkan dalam latihan Armada Jaya kali ini semuanya sudah melalui tahap uji kelaikan dan hasilnya memenuhi syarat untuk digunakan dalam latihan bahkan untuk pertempuran sebenarnya sekalipun.

Dalam manuver lapangan ini melibatkan 1910 personel TNI AL, 13 kapal perang, 2 pesawat udara TNI AL, 2 helikopter serta 18 kendaraan tempur Marinir yang terdiri dari 5 tank amfibi, 2 Kapa dan 11 Pansam berikut 1 kompi pasukan pendarat Marinir.

DISPENAL

AD Brazilia Terima Leopard Pertama


2 November 2009 -- Perusahaan Jerman Krauss-Maffei Wegmann (KMW) menyerahkan tank Leopard 1A5 pertama dari 220 unit yang dipesan oleh Angkatan Darat Brazilia di pabrik KMW di Kassel, Jerman.

Pembelian tank berdasarkan kesepakatan antara pemerintah Jerman dan Brazilia. Tank diambil dari stock persedian AD Jerman, telah dilakukan overhaul dan modernisasi sejak awal tahun ini. Seluruh pengiriman dijadwalkan selesai 2012.

KWM ditunjuk oleh pemerintah Jerman sebagai kontraktor utama untuk melakukan overhaul tank, mengembangkan dan memasang sub-sistem spesifik Brazilia.

Leopard 1 diperkenalkan ke AD Jerman 1965, tank terakhir yang bertugas di AD Jerman 2003.

Tank jenis ini masih digunakan oleh AD Belgia, Chile, Yunani, Singapura, Itali dan Turki.

ASDNews/@info-hankam

Pangarmatim Tinjau Pendaratan Amphibi Di Pantai Balongan


2 Oktober 2009, Pantai Banongan, Situbondo -- Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto selaku Direktur Latihan Armada Jaya ke-28 Tahun 2009 dengan didampingi Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim Kolonel Laut (P) Widodo yang juga selaku Wakil Direktur Latihan, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Wayan Mendra, Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Frank Kunto serta pejabat lainnya, Sabtu 31 Oktober 2009 pagi meninjau pelaksanaan operasi serbuan amfibi di Pantai Banongan Asembagus Situbondo, Jawa Timur.

Serbuan amfibi yang dilaksanakan di Pantai Banongan tersebut merupakan puncak Latihan Armada Jaya ke 28 yang digelar oleh TNI AL pada tahun ini. Dalam latihan perang ini, sebelumnya juga telah dilaksanakan Latposko yang melibatkan 450 prajurit TNI AL, prajurit TNI AD dan TNI AU masing-masing 10 orang. Sedangkan pada tahap manuver lapangan (manlap) melibatkan 1910 personel TNI AL, 13 kapal perang, 2 pesawat udara TNI AL, 2 helikopter serta 18 kendaraan tempur Marinir yang terdiri dari 5 tank amfibi, 2 unit Kapa dan 11 Pansam berikut 1 kompi pasukan pendarat Marinir.

Latihan ini dibagi dalam dua tahap, yakni : Tahap Latihan Posko, pada tanggal 12 Oktober 2009 sampai dengan 22 Oktober 2009, dan Tahap Manouver Lapangan, tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 November 2009. Sebelum manouver lapangan, di Pangkalan Koarmatim Surabaya juga telah dilaksanakan Latihan Pertahanan Pangkalan, Latihan Pertahanan Udara dan Lawan Sabotase Bawah Air.

Latihan Armada Jaya ke-28/09 merupakan latihan puncak TNI AL yang mengintegrasikan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) guna mengukur hasil pembinaan Tahun Anggaran 2009, dengan tujuan untuk mempertahankan serta meningkatkan kesiapan operasional SSAT dan profesionalisme prajurit MATRA laut dalam menghadapi dan mengantisipasi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI.

Latihan semacam ini rutin dilakukan oleh TNI AL, karena latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan gambaran hasil pembinaan yang dilakukan terhadap prajurit matra laut dan persenjataannya selama tahun anggaran berjalan. Selain itu, kapal perang dan kendaraan tempur Marinir yang dilibatkan dalam latihan Armada Jaya kali ini semuanya sudah melalui tahap uji kelaikan dan hasilnya memenuhi syarat untuk digunakan dalam latihan bahkan untuk pertempuran sebenarnya sekalipun.

Digunakannya Pantai Banongan Situbondo Jawa Timur sebagai tempat latihan karena daerah ini selain sudah sering dijadikan tempat latihan TNI AL, juga karena memiliki conture pantai yang sangat ideal untuk melakukan operasi pendaratan amphibi pasukan Marinir baik menggunakan kendaraan tempur amphibi maupun dengan menggunakan sekoci khusus untuk pendaratan.

DISPENAL

KRI Teluk Bayur-502 Telah Bertugas Lebih Dari 40 Tahun

KRI Teluk Bayur-502. (Foto: TNI AL)

2 Oktober 2009, Surabaya -- KRI Teluk Bayur-502 sebagai salah satu unsur kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sejak akhir Desember lalu usai terlibat dalam kegiatan latihan gabungan TNI tahun 2008 tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi angkut pasukan setelah lebih dari empat puluh tahun bertugas di TNI AL. Saat ini kapal perang tersebut sandar di dermaga TNI AL Ujung Surabaya, Jumat (30/10).

Kapal perang jenis Landing Ship tank (LST) di bawah pembinaan satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya termasuk salah satu kapal perang yang diusulkan untuk dihapus dari jajaran Kolinlamil. KRI Teluk Bayur-502 sudah lebih dari empat puluh tahun dioperasikan TNI AL dalam berbagai penugasan operasi dan latihan.

Kapal perang yang sampai saat ini diawaki oleh 95 personel sejak masuk menjadi kekuatan unsur kapal perang TNI AL tepatnya 17 Juni 1961 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang ke berbagai wilayah perairan Indonesia.

Berbagai penugasan operasi militer diantaranya ikut dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan ke perairan di Wilayah Indonesia dalam rangka mengakut pasukan untuk penugasan di daerah rawan konflik.

Demikian pula beberapa tahun sebelumnya pernah mendapat tugas untuk membantu kegiatan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia diantaranya mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan umum dan mengangkut berbagai kebutuhan untuk pemukiman transmigrasi di Sulawesi serta kegitan bantuan sosial lainnya ke beberapa pulau lainnya di Indonesia baik di wilayah Timur maupun Barat.

Sedangkan dalam kegiatan latihan, kapal perang yang berfungsi sebagai angkut tank dan personel tersebut dalam kegiatan pendaratan amphibi maupun pendaratan administrasi ikut terlibat dengan berbagai latihan manuver lapangan (Manlap) diantaranya latihan Puncak TNI AL Armada Jaya sampai dengan latihan gabungan TNI yang digelar Desember tahun lalu.

Kapal perang yang diproduksi Amerika Serikat tahun 1942 termasuk jenis angkut tank dengan panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter dengan tonage 2510 ton, pada awal masuk dan dioperasikan Kolinlamil memiliki kemampuan berlayar sampai dengan 10 knot per jam dan mampu mengangkut sampai 17 tank dalam kegiatan operasi dan latihan.

KRI Teluk Bayur -502 yang telah direpowering beberapa tahun yang lalu memiliki kemampuan mengangkut sampai dengan 800 personel atau lebih dari dua batalyon tempur dengan segala perlengkapan perorangan dengan pemasangan tenda-tenda pasukan di geladak utama sebagai salah satu fasilitas akomodasi pasukan.

Kondisi kapal tersebut, pekan lalu telah ditinjau oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda Marsetio, M.M didampingi Asrena Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Zainudin dan Komandan Satlinlamil Suabaya Kolonel laut (P) Hadi Susilo di dermaga Ujung Surabaya.

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kondisi secara fisik berbagai peralatan alut sista yang ada di KRI Teluk Bayur-502 mulai dari peralatan navigasi, komunikasi, sampai dengan ruang-ruang pengendali di anjungan kapal serta fasilitas kapal mulai dari ruang – ruang akomodasi anak buah kapal, long room perwira sampai dengan fasilitas untuk pasukan.

Secara umum kondisi kapal perang dan berbagai peralatan lainnya di KRI Teluk Bayur-502 yang sudah dioperasikan oleh TNI AL lebih dari 40 tahun tidak dapat dioperasikan secara maksimal sesuai dengan standar operasi yamg ditentukan, mengingat peralatan yang ada sudah cukup lama dipergunakan dan dioperasikan. Demikian pula dengan kondisi bangunan kapal perang, pada beberapa bagian seiring dengan lamanya usia pakai dan pengaruh cuaca selama kegiatan operasi banyak bagian besi baja yang berkarat dan rusak baik di geladak maupun bangunan lainnya

Berkaitan dengan kemampuan berbagai peralatan alut sista dan kondisi bangunan kapal perang KRI Teluk Bayur-502, saat ini tidak ditugaskan untuk kegiatan operasi mengangkut pergeseran pasukan maupun tugas-tugas lainnya.

Namun sampai saat ini KRI Teluk Bayur-502 tetap dilaksnakan pemeliharaan dan perawatan dalam rangka menjaga dan mempertahankan daya apung kapal perang .Demikian pula dengan latihan peran-peran diantaranya peran kebakaran dan peran kebocoran tetap menjadi prioritas utama bagi personel pengawak di kapal tersebut dalam rangka mengamankan Alutsista.

Hal itu dilaksanakan sesuai dengan arahan Panglima Kolinlamil Laksamana muda TNI Marsetio, M.M kepada ABK KRI pada saat meninjau kapal perang lainnya yang direncanakan akan dihapus dari jajaran Kolinlamil pernah menekankan kepada para Komandan Unsur agar tetap memberikan pelatihan dan meningkatkan kemampuan serta kesiapan personel apabila sewaktu-waktu mendapat tugas untuk mengawaki unsur kapal perang di Jajaran Kolinlamil lainnya.

DISPENAL

Lanud Ngurah Rai Dinilai Sangat Strategis

Pangkoopsau II Marsda TNI Yushan Sayuti (tengah) melakukan salam komando dengan Komandan Lanud Ngurah Rai yang baru Letkol Pnb Aldrin P. Mongan (kiri) dan mantan Danlanud Ngurah Rai Letkol Pnb Umar Fathurokhman, S.IP (kanan). (Foto: Pen Koopsau II).

2 November 2009, Denpasar -- Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) II Marsekal Muda (Marsda) TNI Yushan Sayuti menilai, Pangkalan TNI AU (Lanud) Ngurah Rai, Bali merupakan Lanud yang sangat strategis. Selain sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan, baik asing maupun domestik, Lanud yang terletak di kecamatan, Kuta, Kabupaten Badung, Bali ini, juga sering menjadi transit pesawat pesawat asing, baik pesawat militer mapun sipil. Hal ini diutarakan Yushan Sayuti saat serah terima jabatan Komandan Lanud Ngurah Rai, akhir pekan kemarin.

"Sebagai salah satu Lanud jajaran Koopsau II yang berada di pulau Bali, saya minta Lanud Ngurah Rai dapat memainkan peranannya sebagai Pangkalan operasional yang setiap saat siap mendukung pelaksanaan tugas-tugas Koopsau II," kata Yushan Sayuti melalui siaran persnya yang diterima Jurnal Nasional, kemarin.

Yushan Sayuti meminta agar Lanud Ngurah Rai lebih mampu memainkan perannya dalam ikut membantu Pemerintah Daerah Bali, khususnya yang terkait menciptakan situasi dan kondisi yang lebih kondusif. "Komandan dan seluruh prajurit Lanud Ngurah Rai harus selalu bekerja keras untuk menciptakan situasi yang kondusif, mengingat frekwensi penerbangan di Lanud Ngurah Rai cukup tinggi," katanya.

Komandan Lanud Ngurah Rai telah diserah terimakan dari Letkol Pnb Umar Fathurokhman kepada penggantinya Letkol Pnb Aldrin P Mongan. Letkol Pnb Aldrin P Mongan adalah alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1992. Sebelumnya berdinas di Sopsau, Mabesau. Sedangkan Letkol Pnb Umar Fathurokhman adalah alumnus AAU tahun 1990. Selanjutnya dia akan menempati pos baru di Sopsau Mabesau, Cilangkap, Jakarta.

JURNAL NASIONAL

Malaysia Pensiunkan MiG-29N

MiG-29N TUDM. (Foto: TUDM)

2 November 2009 -- Pemerintah Malaysia akan mempensiunkan jet tempur MiG-29N dari armada Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) akhir tahun 2010.

Diharapkan mempensiunkan MiG-29N akan menghemat anggaran hingga 76 juta dolar (260 juta ringgit) pertahun.

Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri DR. Ahmad Zahid Hamidi mengatakan anggaran yang dihemat akan digunakan untuk perawatan pesawat yang ada dan sistem yang masih digunakan di TUDM.



Jet tempur MiG-29N akan mencapai masa pakainya dan memperpanjang masa pakai membutuhkan dana yang besar sehingga tidak menguntungkan. Selain itu kesulitan dan tingginya biaya perawatan pada sejumlah komponen dan sistem tua pada pesawat.

Malaysia membeli 18 jet tempur MiG-29 dari Rusia pada tahun 1993 dan digunakan sebagai jet tempur penyergap. Tugas yang diemban oleh MiG-29 akan diambil alih oleh SU-30MKM yang lebih canggih dan mampu terbang jarak jauh.

TUDM mempunyai 18 jet tempur SU-30MKM, 8 F/A-18D dan 13 BAE Hawk Mk208 serta 11 jet latih Aermacchi MB-339.

Airforce-technology.com/@info-hankam