Sunday, May 2, 2010

TNI & USARPAC Adakan APMMC 20


03 Mei 2010, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerjasama dengan United States Army Pacific (USARPAC) akan menyelenggarakan Asia-Pacific Militery Medicine Conference (APMMC) XX tahun 2010 yang akan berlangsung selama 5 hari, mulai 3 sampai dengan 7 Mei 2010.Menurut rencana kegiatan tersebut akan dibuka oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, di Hotel Shangri La Jakarta,besok, Senin (3/5).

Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Lek Ir. Prakoso, mengatakan APMMC XX tahun 2010 ini bertema “Pemahaman mengenai persoalan APMMC melalui koordinasi dan kolaborasi regional” adalah merupakan konferensi kesehatan militer multilateral yang dirancang dalam berbagai forum kegiatan pada tataran kebijakan sampai pada forum teknis yang membahas tentang permasalahan kesehatan militer yang berkembang di kawasan asia pasifik.

Kegiatan APMMC XX 2010 akan diikuti oleh 450 peserta yang berasal dari 38 negara Asia Pasifik dalam bentuk forum ilmiah ; Plenary presentation, Breakout presentation, Poster viewing, Simulation dan cultural event serta kunjungan wisata pada daerah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Adapun tujuan APMMC, kata Prakoso, adalah untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah personel kesehatan TNI khususnya dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan kawasan dan global, meningkatkan kerjasama konferensi kesehatan dan interelasi antara militer negara-negara Asia Pacific dan saling tukar menukar informasi dan pengetahuan tentang tugas pokok masing-masing kesehatan militer antara negara-negara Asia Pacific.

Sementara, sasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan APMMC adalah terjalinnya kerjasama kesehatan militer negara-negara Asia Pacific dalam penanggulangan penyakit yang ada di kawasan Asia Pacific dan bagi TNI dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan berdasarkan perkembangan IPTEK terkini bidang kesehatan sebagai dampak dari pertukaran pengetahuan dan teknologi antara negara-negara Asia Pacific.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan APMMC dilaksanakan dalam bentuk Konferensi / Seminar yaitu berupa paparan ilmiah dan diskusi dari masing-masing delegasi tentang metode dan teknologi bidang kesehatan terkini, termasuk penanggulangan berbagai masalah akibat penyakit maupun bahaya / bencana alam pada kondisi kegawatdaruratan medik.

Senior delegates meeting, merupakan pertemuan dan diskusi pada tingkat Delegasi senior atau pimpinan delegasi yang membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan dalam implementasi tugas pokok masing-masing. Selain itu dapat dijadikan sebagai wahana saling tukar informasi dan alih teknologi kesehatan militer antara negara-negara Asia Pasifik dan Cultural activities / kunjungan wisata, merupakan kegiatan yang ditujukan untuk lebih mengenal budaya dan wisata Indonesia.

Puspen TNI/POS KOTA

Pangkalan AL Bengkulu Butuh Kapal Besar


03 Mei 2010, Bengkulu -- Pangkalan TNI Angkatan Laut Bengkulu membutuhkan kapal patroli berkapasitas besar untuk meningkatkan pengamanan laut di perairan Pantai Barat Sumatra di wilayah itu.

"Armada berkapasitas besar itu karena laut Bengkulu berhadapan langsung dengan lautan Hindia dan rawan terhadap gangguan kriminal dari luar," kata Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Bengkulu Kol. (P) Sukrisno, Sabtu (1/5).

Armada kapal yang dimilki Lanal Bengkulu saat ini berkapasitas 15 personel untuk melakukan patroli rutin di beberapa pos Lanal mulai perairan Kabupaten Kaur hingga Muko Muko, serta menggunakan kapal cepat dengan kapasitas empat orang.

"Kita sudah mengusulkan ke pusat untuk pengadaan kapal patroli berukuran besar tersebut terutama untuk mengimbangi kecepatan kapal asing yang cukup modren sering mencuri ikan di perairan Enggano," katanya.

Jika Lanal Bengkulu sudah memiliki kapal patroli besar dan cepat akan mampu mengawasi dan mengatasi gangguan keamanan di perairan ini.

"Kami juga selalu berkoordinasi dengan Lanal di Padang (Sumatra Barat), Sibolga (Sumatra Utara), dan Lampung," ujarnya.

Pengawasan ketat yang dilakukan petugas patroli sebelumnya cukup efektif menangkap kelompok perompak terhadap kapal berbendara Taiwan di perairan laut Selatan Enggano. Pada saat bersamaan ada juga laporan korban perampokan di perairan Barat Padang, dan petugas langsung mengejar dengan mengontak pangkalan terdekat.

Sebab seiring dengan laporan tersebut, katanya, KRI A Yani dari pengkalan Surabaya juga sedang patroli dan memasuki perairan Bengkulu. "Akhirnya dengan menggunakan radar, gerombolan perompak tersebut dapat terdeteksi dan berhasil ditangkap. Para perompak setelah diringkus lalu diproses di Armabar Lampung," katanya.

MI.com

Sri Mulyani: Gaji Guru, TNI dan Polri Akan Naik

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. (Foto: Matanews)

02 Mei 2010, Jakarta -- Sebagai bentuk penghargaan terhadap para pegawai yang berada di daerah terluar seperti TNI, Polri, dan Guru, maka dalam RAPBN-Penyesuaian Tahun 2010, terjadi kenaikan alokasi gaji TNI, Polri, dan Guru yang bekerja di daerah terluar.

Hal tersebut diungkapkkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat ditemui setelah mengikuti rapat Badan Anggaran DPR RI dalam rangka mendengarkan pandangan fraksi terkait pembahasan RUU RAPBN-P atas Perubahan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 entang Anggaran pendapatan dan Belanja Negara Tahun anggaran 2010 kemarin malam, Sabtu (1 /5/2010).

Dalam RAPBN-P tahun 2010 terjadi peningkatan anggaran, hal tersebut dikarenakan adanya perhatian yang lebih besr kepada daera-derah terluar yang ada di Indonesia. "Pada RAPBN-P kali ini, pengeluaran belanjanya cukup besar. namun, semuanya itu akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, keamanan, dan pembangunan sejumlah infrastruktur,"jelas Sri Mulyani.

Perhatian yang difokuskan untuk pegawai yang berada di daerah terluar pun menjadi prioritas utama dam menghargai keberadaannya. "Ada perhatian lebih untuk pegawai yang berada di daerah terluar seperti TNI, Polri, dan Guru. Perhatian dari negara berupa adanya tambahan untu gaju guru, yang tentu saja ini sangat ditunggu oleh para guru,"ungkapnya.

Selain itu juga pemerintah ingin menggenjot Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan menambahkan alokasi belanja dalam RAPBN-Penyesuaian 2010. "Kita pun juga memberikan tambahan untuk UKM sebesar Rp 2 triliyun untuk meningkatkan kinerja sektor riil kita," katanya.

Tribun Timur

Tunjangan TNI di Perbatasan Segera Terealisasi


02 Mei 2010, Marore, Sulut -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengemukakan bahwa tunjangan bagi anggota TNI yang menjaga perbatasan negara segera teralisasi. Ia mengatakan hal itu di sela-sela mengunjungi salah satu daratan terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina di Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu.

Menurut dia, anggaran untuk prajurit itu telah tercantum dalam Rencana Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN P) 2010.

"Saat ini, tunjangan ini sedang diproses di DPR. Kami mengajak DPR untuk mendukung penuh tunjangan TNI di perbatasan," tuturnya.

Mantan Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional ini menyakini, Komisi I DPR yang membidangi masalah pertahanan akan menyetujui.

"Saya yakin, tunjangan bisa cair setelah RAPBN P disahkan oleh DPR," ujarnya optimistis.

Ia mengemukakan, sekitar sembilan ribu prajurit TNI dari tiga angkatan saat ini terlibat dalam pengamanan tapal batas negara.

Menurut dia, tunjangan 150 persen dari gaji akan diberikan kepada prajurit yang menjaga pulau terluar yang tidak dihuni penduduk.

"Misalnya, prajurit yang menjaga Pulau Nipah dan Pulau Batek di Kepulauan Riau. Mereka akan menerima tunjangan 150 persen karena kedua pulau itu tidak berpenghuni," paparnya.

Sedangkan prajurit yang menjaga pulau berpenghuni akan mendapatkan tunjangan 100 persen dari gaji.

Bagi prajurit yang menjaga perbatasan secara berkala maka akan mendapatkan tunjangan 75 persen dari gaji, misalnya, prajurit yang melakukan patroli di perbatasan.

Marore adalah saat ini berpenduduk 668 orang yang terbagi dalam tiga kampung.

Untuk memperkuat pemerintahan dan mendekatkan dengan masyarakat, Pemerintah Daerah Sangihe menjadikan Marore sebagai Kecamatan Khusus.

Pemerintah Sangihe memberikan tunjangan satu juta rupiah per bulan bagi setiap PNS di jajarannya yang bertugas di pulau itu.

Sejumlah instansi yang telah eksis dan memberikan pelayanan antara lain Kantor Kecamatan, polisi, TNI AL, TNI AD, Imigrasi dan Bea Cukai.

Warga setempat mengharapkan supaya Kementerian Perdagangan membuka kantor di wilayah itu agar lalu lintas barang dari pulau itu ke Filipina lebih lancar.

Warga lebih mudah beraktivitas ke Filipina dibandingkan dengan ke Manado karena jaraknya lebih dekat, selain masih ada hubungan darah.

Filipina telah membangun kantor perwakilan dengan tiga personel tentara untuk memberikan pelayanan bagi para pelintas batas.

ANTARA News

TNI Pasang Radar Awasi Laut Ambalat-Tahuna

Seorang petugas memeriksa komponen radar pengawas pantai (Indonesian Sea Radar) di stasiun Uji Radar ISRA, Menara Mercusuar Anyer, Banten, Rabu (10/2). Radar pertama Indonesia buatan Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (PPET) LIPI tersebut digunakan untuk memonitor pergerakan kapal di wilayah perairan Indonesia, pemandu kapal besar di pelabuhan, dan sebagai alat antisipasi masuknya kapal laut pendatang ilegal. (Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari/ama/10)

02 Mei 2010, Marore, Sulut -- Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, TNI berencana memasang sistem radar yang akan mengawasi perairan mulai perairan Ambalat (Kalimantan Timur) hingga perairan Tahuna, Sulawesi Utara.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela melakukan kunjungan ke perbatasan negara di Pulau Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Minggu.

"Setelah kita membangunan sistem radar laut dari Tahuna hingga Ambalat maka seluruh perairan di wilayah itu akan terjangkau radar," katanya.

Radar itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk mengawasi pergerakan kapal yang melintas.

Manurut dia, pengadaan radar itu akan menjadi salah satu prioritas Departemen Pertahanan yang harus diterealisasi segera.

Ia menyebutkan, sistem radar di perairan Selatan Malaka saat ini telah mampu menjangkau seluruh Selat Maka, sehingga setiap kapal yang melintas akan terdeteksi.

"Ada 12 radar yang mengawasi Selat Malaka. Kita telah bisa mendeteksi kapal-kapal yang melintas," paparnya menegaskan.

Sistem radar yang akan dibangun untuk mengawasi perairan utara Sulawesi Utara itu, juga menjadi bagian dari pengamanan perbatasan negara.

Kawasan perairan ini rawan berbagai tindak pidana antara lain penyelundupan senjata, terorisme, pencurian ikan dan pembuangan limbah.

Pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina juga rawan diklaim dan direbut oleh negara lain.

Dua pulau terluar, yakni Miangas di Kabupaten Kepulauan Taluad dan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dikunjungi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Mingas dan Marore lebih dekat ke Mindanau, Filipina, dibandingkan dengan Manado.

Di kedua pulau itu, Purnomo meninggalkan prasasti untuk mengabadikan kunjungannya dan sebagai bukti bahwa Pemerintah Indonesia mengusai penuh kedua pulau itu.

Pemerintah Filipina tahun 1891 pernah mengklaim Miangas sebagai wilayahnya dengan nama La Palmas, namun dalam sidang di Mahkamah Internasional, pulau itu tetap masuk ke wilayah Hindia Belanda.

Untuk mengamankan kedua pulau itu, pemerintah telah menjadikan keduanya sebagai kecamatan, kendati jumlah penduduk hanya sekitar 700 orang.

Polsek, Koramil, Pos TNI AD, Pos TNI AL, Pos TNI Pengamanan Perbatasan, Imigrasi dan Bea Cukai telah eksis di kedua pulau itu.

Untuk mengamankan kawasan perbatasan itu, TNI AL melakukan patroli rutin dengan menggunakan berbagai jenis kapal perang dari Komando Armada RI Kawasan Timur.

Di Tahuna, Ibu kota Kabupaten Sangihe, TNI AL telah memiliki pangkalan bertipe B.

Puskesmas dan sekolah telah ada hingga tingkat SMA, namun kondisinya masih memprihatinkan karena belum ada dokter dan jumlah guru yang kurang.

ANTARA News

Saturday, May 1, 2010

Personel TNI-AL Dipatok Tumbuh Nol Persen

Latihan Perembesan Oleh siswa Kodikmar. (Foto: Kobangdikal)

01 Mei 2010, Surabaya -- Jumlah personel TNI Angkatan Laut (AL) pada 2010 dipatok tumbuh sebesar nol persen (zero growth) agar tidak membebani keuangan negara untuk menggaji personel.

"Sebagaimana instruksi dari Mabes TNI-AL, tahun ini jumlah personel harus 'zero growth'. Jadi, kalau jumlah personel yang pensiun 1.000 orang, maka perekrutannya juga harus 1.000 atau mungkin di bawah jumlah itu," kata Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kobangdikal) Laksama Muda TNI Sumartono di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, jumlah personel TNI-AL sekarang ini yang mencapai sekitar 72 ribu orang sudah ideal, jika dipandang dari sudut kemampuan anggaran negara. Namun, tidak demikian jika dilihat dari segi kebutuhan sesuai luasnya wilayah dan jumlah penduduk Indonesia.

Ia menyebutkan, tahun ini Kobangdikal telah merekrut 680 orang calon prajurit berpangkat tamtama, 150 orang calon bintara, 40 orang calon Korps Wanita TNI-AL (Kowal), 100 orang calor perwira dari jalur perekrutan Akademi Angkatan Laut (AAL), dan 60 orang calon perwira karier lulusan sarjana Strata-1 atau Diploma-III.

"Jumlah ini sudah seimbang dengan jumlah personel TNI-AL yang pensiun atau memasuki masa pensiun," kata jenderal bintang dua asal Kediri yang ditemui di Lapangan Tembak Puslatdiksarmil, Karangpilang, Surabaya, itu.

Ia menambahkan, tahun ini pula Kobangdikal telah memulangkan enam orang calon marinir karena masalah kesehatan saat mengikuti program pendidikan di Puslatdiksarmil.

"Memang kualitas pendidikan sekarang ditingkatkan, bagi mereka yang tidak maksimal mengikuti program pendidikan, akan kami kembalikan kepada masyarakat, seperti di Puslatdiksarmil ini enam orang dipulangkan karena sakit berkepanjangan di tengah mengikuti pendidikan," katanya.

Peningkatan kualitas pendidikan itu juga dilakukan dengan meningkatkan kemampuan instruktur pendidikan. "Peningkatan instruktur itu juga kami lakukan dengan mengirimkan mereka ke Unesa (Universitas Negeri Surabaya) untuk menambah wawasan sebagai tenaga pendidik," kata Sumartono.

Oleh sebab itu, meskipun dari segi kuantitas menurun, dia menjamin kualitas kemampuan personel TNI-AL dalam menguasai matra laut tahun ini lebih bagus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Personel TNI-AL yang ada sekarang ini sudah sesuai dengan kebutuhan dalam mengawaki alutsista (alat utama sistem persenjataan)," katanya.

ANTARA Jatim

Patroli Bersama Indonesia Australia

01 Mei 2010 -- Personil AL Indonesia dan AB Australia menyambut kedatangan HMAS Maryborough di Pelabuhan Kupang guna mengikuti patroli maritim bersama Indonesia-Australia. Patroli bersama berlangsung 16-27 April 2009. TNI AL mengirimkan dua korvet kelas Parchim KRI Wiratno dan Hasan Basri serta satu unit pesawat intai NC-212. Sedangkan RAN menurunkan kapal patroli kelas Amidale HMAS Maryborough dan satu unit pesawat intai AP-3C Orion milik RAF. (Foto: Australian DoD)

KRI Wiratno (Kiri) dan HMAS Maryborough (Kanan) meninggalkan Pelabuhan Kupang untuk memulai patroli bersama. (Foto: Australian DoD)

HMAS Maryborough sedang melakukan patroli bersama dengan KRI Wiratno (di depan). (Foto: Australian DoD)

KRI Wiratno (Kiri) dan HMAS Maryborough (Kanan) serta pesawat AP-3C Orion saat melakukan patroli bersama. (Foto: Australian DoD)

KRI Wiratno dan HMAS Maryborough saat berpatroli di perairan antara Indonesia dan Australia. (Foto: Australian DoD)


Korvet kelas Parchim KRI Hasan Basri dan kapal patroli kelas Armidale HMAS Maryborough melakukan patroli bersama. (Foto: Australian DoD)




Awak kapal HMAS Maryborough melakukan latihan boarding dengan KRI Wiratno. (Foto: Australian DoD)

@info-hankam