Showing posts with label Korea Selatan. Show all posts
Showing posts with label Korea Selatan. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Hyun Bin Duta Pertahanan Korsel untuk RI

Hyun Bin mengikuti upacara penerimaan calon Marinir di Pusat Pelatihan Korps Marinir di Pohang, 7 Maret 2011. (Foto: Reuters)

2 Oktober 2011, Jakarta (ANTARA News) - Aktor dan model asal Korea Selatan Hyun Bin akan berkunjung ke Indonesia.

Kedatangannya pada awal Oktober ini terkait perannya sebagai Duta Pertahanan Pemerintah Negeri Ginseng untuk Indonesia dalam kerja sama industri pertahanan kedua negara yang tengah intensif dilakukan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Hartind Asrin ketika dikonfirmasi ANTARA mengatakan,"kunjungannya dalam rangka mendukung ekspor industri pertahanan Korea Selatan sebagai bagian dari wajib militer yang ia jalani selama dua tahun".

Pria berusia 29 tahun itu dipilih karena ketenarannya yang melintasi batas negara. Pemerintah Korea Selatan akan menempatkannya di pos luar negeri sebagai duta besar tak resmi.

Hartind menambahkan Hyun Bin yang sangat populer lewat drama "Secret Garden" selama di Indonesia akan mengunjungi Markas Korps Marinir.

Hyun Bin yang menjalani wajib militer dan bergabung dengan Korps Marinir Maret lalu bertugas sebagai infanteri tempur di brigade keenam di Pulau Baeknyeong.

Korps Marinir sedang mempertimbangkan untuk memindahkannya ke bagian Humas.

Saat ini Indonesia berencana membeli sebanyak 16 pesawat T-50 dari Korsel sedangkan Korsel akan membeli pesawat CN-235 buatan Indonesia jika pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jadi memborong T-50.

Indonesia-Korsel juga tengah melakukan produksi pesawat tempur yakni KF-X/IF-X sebanyak 10 unit, lima unit dibuat di dalam negeri dan sisanya di Korsel.

Sumber: ANTARA News

Wednesday, August 17, 2011

Korsel Kembangkan Rudal Anti-Kapal Supersonik

Rudal Yakhont ditembakan dari kapal perang TNI AL. Rudal yang dikembangkan Korsel ukurannya lebih kecil dari Yakhont. (Foto: KOMPAS)



17 Agustus 2011, Seoul (Berita HanKam): Korea Selatan mengembangkan rudal jelajah supersonik yang dapat digunakan menyerang kapal induk, kapal perusak tercanggih.



Rudal dikembangkan oleh Agency for Defense Development (DAPA) diharapkan selesai dalam tiga hingga empat tahun.



Rudal lebih kecil dari rudal buatan Rusia Yakhont, dapat mencapai kecepatan hingga 2,5 March dengan jarak jelajah 250-300 km.



Angkatan Laut Korsel telah mengoperasikan rudal anti-kapal Haesung dengan jarak jelajah 150 km dan rudal buatan Amerika Serikat Harpoon dengan jarak yang sama. Kedua rudal tersebut dapat diintersep oleh rudal anti-pesawat jarak pendek atau senapan mesin karena kecepatannya kurang dari kecepatan suara.



Rudal yang dikembangkan sulit diintersep karena terbang pada kecepatan suara dan hanya beberapa meter diatas permukaan. Rusia telah mengembangkan beberapa varian sebagai respon kekuatan kapal induk Amerika Serikat.



Rudal Korsel yang tengah dikembangkan dapat juga menghacurkan sasaran di darat, termasuk unit pertahanan pantai dan artileri jarak jauh Korea Utara.



Pengembangan rudal ini tidak sekedar menghadapi ancaman Korut, tetapi juga menghadapi kekuatan angkatan laut negara tetangga Korsel lainnya.



Sumber: Chosun Ilbo

Thursday, April 7, 2011

Korsel Terima 2 F-15SK dari Boeing


7 April 2011, Daegu -- (Berita HanKam): Boeing mengirimkan dua jet tempur F-15K Slam Eagles ke Angkatan Udara Republik Korea. Kedua pesawat mendarat di Lanud Daegu pada 15 Maret, diberangkatkan dari St Louis 8 Maret dan terbang non-stop melalui Palmdale, Kalifornia, Lanud Hickam di Hawaii dan Lanud Anderson di Guam.

Boeing telah menyerahkan 6 pesawat dari 21 F-15K yang dipesan dibawah kontrak Next Fighter II pada 2010. 13 pesawat akan diserahkan pada April 2012.

6 F-15K dijadwalkan berpartisipasi pada latihan udara di Lanud Nellis, Nevada pada awal 2012.

F-15K varian dari F-15E yang telah teruji di medan tempur. Pesawat dilengkapi teknologi terbaru dan dapat digunakan hingga 2040 dengan penambahan dan peningkatan teknologi. Boeing telah menyerahkan 40 pesawat dibawah program Next Fighter I pada Oktober 2008.

Sumber: Boeing
Berita HanKam

Thursday, March 24, 2011

Korsel Luncurkan Destroyer KDX-III Ketiga


24 Maret 2011, Seoul -- (Berita HanKam): Angkatan Laut Korea Selatan meluncurkan kapal perang jenis perusak dilengkapi sistem radar canggih Aegis, Kamis (24/3). Kapal dibangun di galangan kapal Hyundai Heavy Industries Co. di Ulsan, 415 km Tenggara Seoul.

Sistem Aegis dibuat oleh perusahaan pertahanan Amerika Serikat Lockheed Martin, menjadikan destroyer mampu mendapatkan informasi tiga dimensi untuk operasi anti-pesawat, anti-kapal permukaan dan anti-kapal selam.

Destroyer 7600 ton diberi nama Seoae Ryu Seong-ryong termasuk kelas KDX-III, direncanakan dioperasikan AL Korsel pada Maret 2012 setelah menyelesaikan pengujian.

Seoae Ryu Seong-ryong dipersenjatai rudal kapal-ke-kapal dan torpedo buatan dalam negeri serta sistem peluncuran rudal vertikal dan rudal jelajah kapal-ke-permukaan. Destroyer KDX-III berukuran panjang 166 meter dapat mengangkut 120 rudal dan torpedo.

Kapal diawaki 300 orang, dapat membawa dua helikopter ukuran menengah dengan kecepatan maksimal 30 knot dengan jarak jelajah 1000 km.

Korsel telah membangun tiga destroyer Aegis sejak 2004 dibawah program pembangunan angkatan laut berkode KDX-III guna meningkatkan kemampuan pertahanan menghadapi Korea Utara. Destroyer pertama dioperasikan 2008 dan kedua pada 2010.

Sumber: Yonhap
© Berita HanKam

Saturday, January 8, 2011

AL Korsel Gandakan Latihan Anti-Kapal Selam Tahun Ini

Kapal suplai AL Korsel ROKS Cheonji mengisi bahan bakar destroyer ROKS Choi Young saat latma Korsel-AS di Laut Timur, Korsel, 28 Juli 2010. (Foto: Reuters)

8 Januari 2011 -- (Berita Hankam): Angkatan Laut Korea Selatan akan meningkatkan jumlah latihan militer anti-kapal selam tahun ini untuk meningkatkan kesiapan tempur dalam menghadapi aksi sabotase militer baru oleh Korea Utara. “ Kami akan latihan peperangan anti-kapal selam dua kali lipat tahun ini dan latihan-latihan ini akan sangat dekat dengan kondisi pertempuran sesungguhnya,” ucap KASAL Korsel Laksamana Kim Sung-Chan, Jumat (7/1) kutip kantor berita Rusia Itar Tass.

Latihan maritim dengan Angkatan Laut Amerika Serikat akan ditingkatkan jumlahnya juga tahun ini.

KASAL mengatakan AL Korsel siap menambah pesawat anti-kapal selam guna mendeteksi manuver kapal selam AL Korut. “Sementara itu, kami sedang melatih para komandan angkatan laut dan pelaut untuk penyerangan balasan mematikan pada setiap provokasi dari musuh,“ ucap KASAL.

Sumber: Itar Tass

Sunday, December 12, 2010

130 Pasukan Khusus Korsel Ditempatkan di UEA

Pasukan khusus Korsel berlatih anti teror. (Foto: Getty Images)

12 Desember 2010 -- Korea Selatan akan mengirimkan pasukan khususnya ke Uni Emirat Arab bulan depan untuk melatih pasukan UEA, diumumkan Kementrian Pertahanan Korsel, Minggu (12/12) dikutip kantor berita Yonhap.

Tim awal terdiri dari 10 prajurit akan tiba 27 Desember di UEA. Tim utama terdiri 130 prajurit dipimpin Letnan Kolonel Choi Han-oh akan berangkat 10 Januari 2011.

Pasukan khusus Korsel akan bermarkas di Al Ain hingga Desember 2012, akan dirotasi setiap 4-6 bulan menurut pejabat Kemhan. Para prajurit Korsel akan melatih pasukan khusus UEA, mengadakan latihan bersama dan melindungi warga negara Korsel dalam situasi darurat.

Partai berkuasa di parlemen menyetujui penempatan pasukan khusus Korsel di UEA minggu lalu, dalam upaya Korsel memenangkan kontrak pembangunan reaktor pembangkit nuklir senilai 20 milyar dolar di UEA.

Pemerintah Korsel mengatakan penempatan pasukan atas permintaan UEA dan akan membantu meningkatkan kerjasama militer dan lainnya antara kedua negara.

Yonhap/Berita HanKam

Thursday, December 9, 2010

Korsel-RI Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Industri Pertahanan

Korsel berusaha menjual T-50 ke Indonesia, sebagai pengganti jet latih Hawk. Bila terwujud kontrak pembelian, Indonesia negara pertama pembeli T-50. (Foto: KAI)

10 Desember 2010 -- Korea Selatan dan Indonesia setuju meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang kelistrikan, baja, energi, teknologi informasi dan industri pertahanan, saat pembicaraan kedua kepala negara di forum demokrasi regional, Denpasar, Bali, Kamis (9/12), ungkap pejabat kantor Kepresidenan Korsel Cheong Wa Dae kutip kantor berita Yonhap.

Presiden Korsel Lee Myung-bak dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan mendalam mengenai promosi perdagangan dan investasi serta meningkatkan kerjasama dalam bidang energi dan sumber daya alam.

Nilai perdagangan kedua negara diproyeksikan mencapai 20 milyar dolar tahun ini, meningkat dari 15 milyar dolar pada 2009.

Pada bidang industri pertahanan, belum dapat dikorfimasi apakah kedua pimpinan pemerintahan mendiskusikan usaha Seoul menjual jet latih T-50 Golden Eagle, kapal selam dan kendaraan ranpur ke Jakarta.

Kementrian Pertahanan Indonesia tengah mencari pengganti jet latih Hawk buatan Inggris serta menambah armada kapal selam.

Pada 2004, KASAL saat itu Laksamana TNI Bernard Kent Sondakh mengatakan di Bandung, Indonesia akan membeli dua kapal selam kelas 209/1200 Chang Bogo dari Korsel senilai 300 juta dolar menggunakan sistim imbal beli (Tempo interaktif 24/5/2004). Korsel membeli 8 pesawat patroli laut buatan PT DI CN-235-200 senilai 160 miliar won sedangkan Indonesia membeli 2 kapal selam berbobot 1200 ton (Chosun Ilbo 2/7/2008). Hingga diserahterimakan pesawat CN-235-220 ke pemerintah Korea Selatan oleh PT. DI proses pembelian KS belum jelas kelanjutannya.

Daewoo International Corp. dan Kementrian Pertahanan Indonesia meneken kontrak pembelian 22 ranpur IFV K-21 berkemampuan amfibi senilai 70 juta dolar untuk TNI AD. Pembiayaan berasal dari Bank Exim Korsel dan ranpur mulai diproduksi mulai November 2010, penyerahan direncanakan hingga akhir 2013.

Ranpur K21 dikembangkan oleh Agency for Defense Development (ADD) dan 11 perusahaan lokal dipimpin Doosan DST menelan investasi sekitar 90 milyar won (78 juta dolar).

Doosan DST mulai memproduksi massal K-21 awal 2009 dan menyerahkan pertama kali ke AD Korsel akhir November. Ranpur K-21 telah dua kali mengalami insiden fatal pada Desember 2009 dan Juli 2010, menewaskan satu prajurit.

Tim terdiri dari militer dan ahli sipil menyimpulkan penyebab insiden karena cacat rancangan, kurangnya kemampuan mengapung ranpur, tidak berkerjanya wave plate karena kurang tinggi dan masalah pada pompa penyedot air, diumumkan Kemhan Korsel (30/11), diberitakan laman Defense News, Rabu (1/12).

Ranpur K-21 akan dimodifikasi dan diperbaiki serta segera diuji coba pada Februari 2011, menurut Menhan Korsel.

Doosan K-21 sebanding dengan M2A3 Bradley buatan BAE Systems Land and Armaments dan BMP-3 dibuat oleh Kurganmashzavod.

Yonhap/Berita HanKam

Sunday, December 5, 2010

Militer Korsel Latihan Gunakan Peluru Tajam

06 Desember 2010 -- Kapal perang AL Korsel berlayar dekat Pulau Yeonpyeong, Korsel, Senin (6/11). Militer Korea Selatan memulai latihan penembakan artileri dengan peluru tajam selama lima hari di perairan sekitar Semenanjung Korsel. Sebelumnya, pihak militer mengumumkan kapal-kapal menghindari 29 lokasi latihan, termasuk Kepulauan Daechong dekat perbatasan laut dengan Korut. Tetapi pejabat militer, Senin (6/12), memberitakan lokasi lebih spesifik dimana lokasi latihan penembakan dilakukan. (Foto: AP)

Marinir Korsel menumpang truk di Pulau Yeonpyeong saat digelar latihan penembakan menggunakan peluru tajam, Senin (6/11). (Foto: AP)

Marinir Korsel mengecek system rudal permukaan-ke-udara Cheonma di Pulau Baengnyeong, Korsel dekat perbatasan Laut Barat dengan Korut, Jumat (3/12). (Foto: AP)

Kapal nelayan berlayar didepan markas terapung AL Korsel di Pulau Yeonpyeong, Minggu (5/12). (Foto: Reuters)


Markas Marinir Korsel menghadap ke laut di Pulau Yeonpyeong. (Foto: AP)

Berita HanKam

Wednesday, December 1, 2010

Korps Marinir Korsel Bersiaga di Perbatasan

02 Desember 2010 -- Kendaraan amfibi Korps Marinir Korsel terlihat digunakan di Pulau Baegnyeong dekat perbatasan maritim bagian Barat dua Korea, Rabu (1/12). Korsel merencanakan melakukan latihan militer lagi setelah kapal perang AS meninggalkan Korsel, Rabu (1/12) diberitkan kantor berita Yonhap. Pergerakan ini sepertinya menambah ketegangan di semenanjung yang terbelah dua setelah serangan artileri Korut. (Foto: Reuters)

Marinir Korsel menggunakan truk patroli melewati checkpoint di Pulau Yeonpyeong, Rabu (1/12). (Foto: Reuters)

Prajurit Korsel mengangkat bagian system rudal permukaan-ke-permukaan K-SAM, sesaat tiba di pelabuhan Pulau Yeonpyeong, Rabu (1/12). (Foto: Reuters)

Berita HanKam

Sunday, November 28, 2010

Prajurit Korsel Siap Siaga


29 November 2010 -- K-10 kendaraan pengangkut amunisi terlihat di pangkalan marinir Korea Selatan di pulau Yeonpyeong, Sabtu (27/11). Korea Utara menempatkan rudal permukaan-ke-permukaan di Laut Kuning diberitakan kantor berita Yonhap, Minggu (28/11). (Foto: Reuters)


Prajurit Korsel berkumpul di pangkalannya saat latma AS-Korsel di kota Malipo. (Foto: AP)




Prajurit Korea Selatan berkemas dipangkalan untuk mengikuti latihan militer di kota Malipo, Korsel, Senin (29/11). (Foto: AP)

Berita HanKam

Monday, November 22, 2010

Korut Berulah Lagi Tembakan Artileri Ke Wilayah Korsel


22 November 2010 -- Asap mengepul dari Kepulauan Yeonpyeong dekat garis perbatasan dengan Korea Utara, Selasa (23/11). Korut menembakan lusinan peluru artileri ke kepulauan milik Korsel pukul 14:34 waktu setempat, menewaskan seorang marinir dan mencederai sedikit 13 prajurit serta warga sipil. Tembakan menyapu perbukitan dan sejumlah rumah. Militer Korsel melepaskan tembakan balasan sekitar 80 peluru. (Foto: Yonhap)




Prajurit AD Korea Selatan dari Divisi Lapis Baja melakukan latihan tahunan menyeberangi sungai guna mengantisipasi serangan Korea Utara melalui sungai Han di Yeoju, sekitar 100 km sebelanh Tenggara Seoul, Selasa (23/11). Pelabuhan di Korsel tetap dibuka dan pelayaran tidak terpengaruh tembakan artileri Korut ke Kepulauan Yeonpyeong. (Foto: Reuters)

Berita HanKam

Saturday, November 20, 2010

DSME Ikuti Tender Pembelian 11 Kapal Perang AL Brasilia

KDX-II. (Foto: ROKN)

20 November 2010 -- Perusahaan Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) mengajukan proposal kontrak pengadaan kapal perang senilai 4 milyar dolar pada pemerintah Brasilia, ucap seorang pejabat militer, Kamis (18/11).

Brasilia berencana membeli 11 kapal perang terdiri dari 5 perusak, 5 frigate dan kapal pendukung, guna meningkatkan pertahanan maritim yang kaya akan cadangan minyak bumi.
“Angkatan Laut Brasilia sedang mempertimbangkan pembelian 11 kapal perang melalui proyek pemerintah-ke-pemerintah sejak Juni,“ ucap sebuah sumber. “Detil spesifikasi untuk tender belum dipublikasikan.”

Proyek akan dimulai setelah pemerintahan baru Brasilia dilantik pada Januari, tambah sumber. Presiden Brasilia Luiz Inacio Lula da Silva akan digantikan akhir tahun ini dan Presiden terpilih Dilma Roussef dijadwalkan mulai memerintah pada 1 Januari.

Italia, Perancis, Inggris dan beberapa di Eropa akan menjadi pesaing Korsel dalam tender ini.
Perusak KDX-II 4500 ton, panjang 150 meter dan lebar 17 meter, kecepatan 29 knot akan diajukan dalam proyek ini. Kapal dipersenjatai rudal Harpoon, rudal anti serangan udara RAM Mk 31, CIWS Goalkeeper 30 mm, sejumlah torpedo serta dua helikpoter anti kapal selam Lynx.

AL Korsel memiliki 6 perusak KDX-II, satu kapal dioperasikan di perairan Somalia dalam misi anti perompak.

Korea Times/Berita HanKam

Monday, September 27, 2010

Korsel dan AS Gelar Latma Anti Kapal Selam Lagi

Kapal perusak ROKN Choi Young menembakan meriam pada latma laut AS-Korsel, 27 Juli 2010. (Foto: AP)

27 September 2010 -- Korea Selatan dan Amerika Serikat mulai mengelar latihan anti kapal selam di Laut Kuning, Senin (27/9). Latihan akan berlangsung lima hari, sebelumnya tertunda karena topan Malou menyapu wilayah latihan.

Latihan bersama ini rangkaian dari unjuk kekuatan Korsel dan AS terkait tenggelamnya kapal korvet Cheonam oleh torpedo pada Maret, menewaskan 46 pelaut AL Korsel. Korsel dan para penyelidik internasional menuduh Korut menembakan torpedo pada kapal korvet. Pyongyang berulang kali menyangkal tuduhan tersebut.

Latihan melibatkan sepuluh kapal perang, termasuk dua kapal perusak AL AS, kapal selam, pesawat patroli serta sekitar 1700 pasukan dari kedua negara. AL AS menyertakan kapal perusak kawal rudal USS Curtis dan USS Fitgerald, serta satu kapal selam. AL Korsel menurunkan dua kapal perusak.

Seoul dan Washington D.C merancanakan latihan bersama akhir Oktober. Pada Juli, kedua negara melakukan latihan bersama melibatkan 20 kapal perang dan kapal selam, 200 pesawat tempur serta sekitar 8000 pasukan.

XINHUA/Berita HanKam

Tuesday, September 21, 2010

AL Korsel Pesan Satu Kapal Selam dari Daewoo

Peluncuran kapal selam 1800 ton Jeongji pada 13 Juni 2007. (Foto: ROKN)

21 September 2010 -- Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co memenangkan kontrak pembuatan satu kapal selam untuk Angkatan Laut Korea Selatan.

Kapal selam tipe 214 akan dikirimkan 2016, mempunyai bobot 1800 ton. AL Korsel berencana memiliki 9 kapal selam tipe 214 hingga 2018.

Panjang kapal selam 65,3 meter dilengkapi Air Independent Propulsion (AIP), menjadikan kapal mampu menyelam lebih lama hingga berkemampuan siluman. Kapal dapat menyelam hingga kedalaman 400 meter serta mampu beroperasi di bawah permukaan laut selama dua minggu.

Daewoo tidak memyebutkan nilai kontrak. Galangan kapal Daewoo telah membangun empat belas kapal selam untuk AL Korsel dalam kurun waktu 14 tahun, sebagian besar kapal selam tipe 209 1200 ton.

Yonhap/Berita HanKam